Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Mei 2010

Konfigurasi dasar Router Cisco

Salah satu area yang menjadi perhatian khusus dalam manajemen informasi informasi adalah melindungi keamanan bangunan fisik dan lingkungan dimana salah satunya adalah ruangan tempat diletakkannya jaringan router (umumnya Cisco router) untuk business anda. Disamping mengamankan fisik router itu sendiri, router juga perlu diproteksi dengan melakukan konfigurasi Cisco router yang salah satunya adalah memberikan password.

Salah satu tugas dasar dalam melakukan konfigurasi Cisco router adalah membatasi akses kepada system router itu sendiri meliputi enable dan enable secret password, dan tidak lupa juga memberikan pesan MOTD dan lain2, sebelum membuat suatu rule base security dengan konfigurasi access-list yang aman.

Konfigurasi Cisco Router password

Konfigurasi cisco router untuk membatasi akses system dengan password ada dua jenis yaitu “enable” dan “enable secret” passwords. Anda harus melindungi password ini dengan aman untuk melindungi serangan intruders.

  • Password dipakai untuk mengendalikan access ke modus privileged EXEC
  • Password enable disimpan dalam clear text (tidak di inkripsi), password bisa dilihat jika mereview konfigurasi Cisco router dengan command show run
  • Password enable secret di inkripsi, jika dijalankan command show run akan kelihatan bahwa password tersebut tidak dalam clear text, akan tetapi di inkripsi
  • Jika ada password enable secret pada konfigurasi Cisco router tersebut, maka cisco router ajan menggunakan enable secret
  • Kedua password enabe dan enable secret haruslah berbeda demi keamanan.

Bagaimana cara melakukan konfigurasi cisco router untuk mensetup password?

Setting password cisco router

Untuk melakukan setting gunakan Router (config)# enable password
Untuk setting enable secret password gunakan: Router (config)# enable secret

Setting password VTY line

Konfigurasi Cisco router dengan membatasi akses system juga bisa menggunakan control password pada line console dan koneksi virtual terminal. Terminal VTY baru bisa digunakan jika sudah diberikan password untuk akses lewat terminal vrtual atau umumnya dikenal lewat koneksi Telnet.

Beralih ke konfigurasi line mode untuk console Router (config)# line con
Beralih ke konfigurasi line mode untuk virtual terminal Router (config)# line vty
Untuk set password Router (config-line)# password
Untuk meng-enable terminal dan juga perlunya password gunakan Router (config-line)# login

Contoh:

Berikut ini memberikan password “cracker” pada console dan enable password

Router (config)# line con 0

Router (config-line)# password cracker

Router (config-line)# login

Command berikut mensetting password “cracker” untuk semua koneksi VTY pada router Cisco dan juga enable password

Router (config)# line vty 0 4

Router (config-line)# password cracker

Router (config-line)# login

Konfigurasi Cisco Router – Banner

Adakalanya kita memerlukan pesan legal kepada router saat seseorang logon kepada system router dengan menggunakan command banner. Ada empat macam tampilan banner yang bisa digunakan saat login dan rangkaian startup.

  • MOTD (message of the day) – akan menampilkan pesan banner MOTD segera sesaat koneksi terbentuk kepada router cisco
  • Login – akan tampil setelah pesan banner MOTD dan sebelum promp Login
  • EXEC – pesan yang ditampilkan sesaat user berhasil login
  • Incoming – menampilkan saat sesi reverse telnet
Untuk konfigurasi Cisco router menampilkan pesan MOTD Router (config)# banner motd
Untuk setup banner Login Router (config)# banner login
Untuk setup banner EXEC Router (config)# banner exec

Mengikuti command banner, gunakan character delimiter. Buka dan tutup dengan text delimiter agar Cisco router bisa meng-identifikasi awal dan akhir dari pesan banner.

Misalkan:

Command berikut mensetup banner MOTD, Login, dan EXEC menggunakan text delimiter “#” dan menyisipkan line baru antar pesan banner

Router (config)# banner motd # ini adalah pesan Meesae-of-the-Day!#

Router (config)# banner login #

This is the login banner! #

Router (config)# banner exec #

This is the Exec banner!#

Apapun yang diketik akan dianggap bagian dari banner sampai anda menutupnya dengan text delimiter (misal #). Hal ini termasuk karakter2 lain seperti ganti baris, spasi, dan sebaginya. Makanya jika anda membuat banner maka definisikan text delimiter yang akan dipakai, yang merupakan symbol start dan finish dalam pesan banner yang tidak akan tampil pada pesan banner tersebut. Delimiter karakter ini memberitahukan kepada router bahwa text banner selesai. Banner akan tampil pada screen persis seperti yang anda ketik pada konfigurasi Cisco router anda.

Untuk menghapus apapun yang anda ketik dalam konfigurasi Cisco router, awali dengan karakter “no”. misalkan jika untuk konfigrasi cisco “banner motd “ini contoh banner” yang diset untuk banner MOTD, maka untuk menhapusnya gunakan command sisipan no, “no banner motd”.

Memberikan password kepada suatu system haruslah kuat agar tidak gampang ditebak. Lihat juga Petunjuk keamanan dalam hal password di artikel sebelumnya.

Enable IP Interface

Konfigurasi Cisco router berikutnya mengenai Interface IP. Secara default router Cisco port console adalah sudah enable. Anda perlu melakukan konfigurasi untuk port interface WAN (untuk komunikasi WAN link misal untuk frame relay, atau PPTP, dan ISDN) dan LAN sebelum router tersebut bisa digunakan untuk berkomunikasi. Konfigurasi Cisco router paling dasar adalah memberikan IP address kepada interface dan mengaktifkannya.

Catatan: IP dan IP routing sudah enable by default, akan tetapi anda harus melakukan konfigurasi interface dengan sebuah IP address sebelum bisa melakukan koneksi lewat terminal virtual.

Untuk melakukan konfigurasi IP address cisco router pada interface lakukan step berikut:

  1. Masuk ke mode global configuration dengan mengetikkan command “config t” dari EXEC mode
  2. Pindah ke mode interface configuration yang dimaksudkan, misal “int s0” masuk ke interface serial #0 (pertama)
  3. Gunakan command untuk melakukan perubahan seperlunya
  4. Exit dari privilege mode dan save perubahan anda

Setting IP address

Lakukan langkah berikut untuk melakukan konfigurasi IP address Cisco router

Set IP address pada interface Router (config-if)#ip address
Kemudian aktifkan interface tersebut Router (config-if)# no shutdown
Untuk melihat konfigurasi IP address pada interface gunakan Router (config)#show interfaces

Atau:

Router (config)#show protocols

Atau:

Router (config)#show ip interfaces

Contoh berikut adalah konfigurasi cisco router untuk setting IP address 192.168.200.101 pada interface Ethernet pertama (e0) dan mengaktifkannya:

Router (config)#int e0

Router (config-if)#ip address 192.168.200.101 255.255.255.0

Router (config-if)#no shutdown

Untuk memberikan identifikasi pada router gunakan hostname pada EXEC mode:

Router (config)# hostname Sysneta

Dan juga bisa mengunakan command description untuk mensetup keterangan pada interface misal:

Router (config)# config t

Router (config)# hostname Sysneta

Router (config)#int s0

Router (config-if)#description Sysneta koneksi ke router ITS serial line pertama

Perhatikan bahwa saat masuk mode configuration interface, maka ada perubahan prompt (Router (config-if)#)

Status interface Router Cisco

Status interface menunjukkan apakah link secara hardware kepada jaringan sudah berfungsi atau belum untuk menunjukkan kesiapan berkomunikasi dengan piranti lainnya. Saat anda melakukan troubleshooting router, status interface ini sangat membantu sekali.

Ada dua macam status interface:

  • Line status, menunjukkan apakah link hardware ke jaringan sudah berfungsi atau belum. Status ini berhubungan dengan layer Physical pada model OSI
  • Line protocol (link) status, menunjukkan status apakah kebutuhan software untuk berkomunikasi sudah berfungsi sempurna atau belum. Hal ini berhubungan dengan layer OSI Data Link

Status line interface ini memudahkan kita melakukan troubleshooting masalah koneksi router apakah link antara router ke jaringan bisa operasional.

Status Menunjukkan
Administratively down, line protocol down Interface ini shut down (dengan command shutdown)
Down, line protocol down Ada masalah dengan hardware atau masalah koneksi (layer Physical)

Tidak mendeteksi signal carrier

Up, line protocol is down Masalah koneksi dan komunikasi (pada layer Data Link)

No keepalives

Up, line protocol is up Link ini berfungsi sempurna

Konfigurasi Cisco Router Back-to-Back koneksi Serial

Saat anda melakukan konfigurasi Cisco router agar terhubung kepada jaringan melalui suatu interface serial, router harus terhubung ke suatu piranti (seperti CSU/DSU atau router lain) yang memberikan signal Clock. Jika anda melakukan konfigurasi router back-to-back melalui serial interface masing2, maka salah satu router tersebut harus berfungsi sebagai pemasok signal Clock. Router yang berfungsi sebagai pemasok clock disebut DCE (Data Circuit-terminating equipment). Router satunya yang menerima signal Clock disebut sebagai DTE (Data terminal equipment).

Interface DCE bisa diidentifikasikan dengan dua cara berikut ini:

  • Cable yang menghubungkan kedua router mempunyai kedua ujung DCE dan DTE. Hubungkan ujung DCE kepada interface router yang ingin dijadikan sebagai piranti DCE.
  • Interface DCE di konfigurasikan agar bisa memberikan signal clock dengan command “clock rate”. Jika command “clock rate” tidak dilakukan maka tidak ada signal clocking dan line kedua router tidak akan berubah menjadi status Up.

Konfigurasi Cisco router dengan Setup mode

Jika router Cisco anda baru dibeli dari pabrik, dia tidak mempunyai file startup-config. Makanya saat booting ia akan segera masuk ke setup mode. Setup mode merupakan rutin panduan yang menanyakan serangkaian pertanyaan dan menggunakan respon anda sebagai masukan dasar konfigurasi Cisco router anda.

Ada dua cara untuk masuk kepada mode Setup ini:

  • Booting router tanpa file startup-config. Hal ini bisa terjadi jika anda menghapus file startup-config yang sekarang atau jika anda boot dari router baru dibeli.
  • Anda menggunakan command setup dari mode privileged

Cisco Discovery Protocol (CDP)

Cisco Discovery Protocol (CDP) adalah protocol khusus Cisco yang dijalankan pada router Cisco, access server, dan switch. CDP berjalan pada layer Data Link. Router menggunakan broadcast data link untuk saling bertukar informasi satu sama lain, dan menyimpan dalam cache.

Command CDP memungkinkan anda melihat interface dan setting konfigurasi CDP pada router, dan untuk mendapatkan informasi tentang router yang terhubung langsung dengan jaringan. Jika CDP menyadari keberadaan router lainnya, anda bisa menggunakan nya untuk:

  • Set update, hold time, dan frequency dari broadcasts CDP
  • Display CDP, protocol, dan informasi interface
  • Menampilkan informasi CDP yang diterima dari router lain
  • Menampilkan CDP routers disekitarnya
  • Menampilkan traffic CDP pada jaringan

Catatan: CDP dapat informasi hanya tentang router yang terhubung langsung dengannya. Untuk menampilkan informasi CDP dari remote router, anda harus melakukan koneksi virtual VTP kepada router yang terhubung langsung dengannya.

Berikut adalah beberapa command CDP

Gunakan Untuk
Router (config)# cdp Modifikasi setting cdp pada router
Router (config)# cdp holdtime Spesifikasikan waktu didalam paket masih valid (defaultnya = 180 detik)
Router (config)# cdp timer Spesifikasikan seberapa sering paket CDP bertukaran (default = 60 detik)
Router (config)# cdp run Enable protocol CDP pada interface
Router (config)# no cdp run Disable CDP pada router, untuk menjaga router lain bertukar paket CDP
Router (config-if)# cdp enable Mengaktifkan CDP pada interface
Router (config-if)# no cdp enable Mematikan CDP pada interface
Show cdp Melihat informasi CDP (gunakan pada mode privilege EXEC
Show cdp entry Menunjukkan informasi tentang suatu interface tetangga tertentu
Show cdp interface Menunjukkan tentang informasi tetangga yang diakses melalui suatu interface
Show cdp neighbors Menjukkan tentang informasi semua piranti Cisco tetangga
Show cdp traffic Menunjukkan tentang informasi pertukaran paket CDP
0 komentar

Static Routing

Pada suatu jaringan bisnis berskala besar atau enterprise yang terdiri dari banyak lokasi yang tersebar secara remote, maka komunikasi antar site dengan management routing protocol yang bagus adalah suatu keharusan. Baik static route ataupun dynamic routing haruslah di design sedemikian rupa agar sangat efficient.

Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain dynamic routing adalah suatu mekanisme routing dimana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic. Lihat juga artikel memahami IP routing protocols.

Dalam skala jaringan yang kecil yang mungkin terdiri dari dua atau tiga router saja, pemakaian static route lebih umum dipakai. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah di configure secara manual dan dimaintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya. Lihat juga artikel tentang memahami hardware router.

Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan didalam internetwork yang mana dikonfigure secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigure untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, dimana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket. Lihat juga DNS forwarding untuk memahami default gateway.

Konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan IP paket berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entry – suatu entry yang menyatakan kepada router kemana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entry yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar.

Static route terdiri dari command-command konfigurasi sendiri-sendiri untuk setiap route kepada router. sebuah router hanya akan meneruskan paket hanya kepada subnet-subnet yang ada pada routing table. Sebuah router selalu mengetahui route yang bersentuhan langsung kepada nya – keluar interface dari router yang mempunyai status “up and up” pada line interface dan protocolnya. Dengan menambahkan static route, sebuah router dapat diberitahukan kemana harus meneruskan paket-paket kepada subnet-subnet yang tidak bersentuhan langsung kepadanya.

Gambar berikut adalah contoh diagram agar memudahkan kita memahami bagaimana kita harus memberikan konfigurasi static route kepada router. Pada contoh berikut ini dua buah ping dilakukan untuk melakukan test connectivity IP dari Sydney router kepada router Perth.

Digram router static route

Router Sydney melakukan beberapa EXEC command dengan hanya kepada router-router yang terhubung langsung kepadanya.

Sydney#show ip route

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP

D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area

N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2

E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP

i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area

* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR

P – periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 3 subnets

C 10.20.1.0 is directly connected, Ethernet0

C 10.20.130.0 is directly connected, Serial1

C 10.20.128.0 is directly connected, Serial0

Sydney#ping 10.20.128.252

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.20.128.252, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 4/4/8 ms

Sydney#ping 10.20.2.252

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.20.2.252, timeout is 2 seconds:

…..

Success rate is 0 percent (0/5)

Command ping mengirim paket pertama dan menunggu response. Jika diterima adanya respon, maka command menampilkan suatu karakter “!”. Jika tidak ada response diterima selama default time-out 2 seconds, maka command ping menampilkan response suatu karakter “.”. secara default router Cisco dengan command ping menampilkan 5 paket.

Pada contoh diagram diatas, command ping 10.20.128.252 adalah jalan bagus, akan tetapi untuk command ping 10.20.2.252 justru tidak jalan. Command ping pertama berjalan OK karena router Sydney mempunyai suatu route kepada subnet dimana 10.20.128.252 berada (pada subnet 10.20.128.0). akan tetapi, command ping 10.20.2.252 tidak jalan karena subnet dimana 10.20.2.252 berada (subnet 10.20.2.0) tidak terhubung langsung kepada router Sydney, jadi router Sydney tidak mempunyai suatu route pada subnet tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, maka perlu di-enabled pada ketiga router dengan routing protocols. Untuk konfigurasi sederhana seperti contoh diagram diatas, penggunaan route static adalah suatu solusi yang memadai.

Maka untuk router Sydney harus diberikan konfigurasi static route seperti berikut ini:

Ip route 10.20.2.0 255.255.255.9 10.20.128.252

Ip route 10.20.3.0 255.255.255.0 10.20.130.253

Pada command ip route haruslah diberikan nomor subnet dan juga IP address hop (router) berikutnya. Satu command ip route mendefinisikan suatu route kepada subnet 10.20.2.0 (mask 255.255.255.0), dimana berlokasi jauh di router Perth, sehingga IP address pada hop berikutnya pada router Sydney adalah 10.20.128.252, yang merupakan IP address serial0 dari router Perth. Serupa dengannya, suatu route kepada 10.20.3.0 yang merupakan subnet pada router Darwin, mengarah pada serial0 pada router Darwin yaitu 10.20.130.253. Ingat bahwa IP address pada hop berikutnya adalah IP address pada subnet yang terhubung langsung – dimana tujuannya adalah mengirim paket pada router berikutnya. Sekarang router Sydney sudah bisa meneruskan paket kepada kedua subnet di luar router tersebut (yang tidak bersentuhan pada router Sydney).

Anda bisa melakukan konfigurasi static route dengan dua cara yang berbeda. Dengan serial link point-to-point, anda juga bisa melakukan konfigurasi kepada interface outgoing ketimbang pada IP address router pada hop berikutnya. Misalkan anda bisa mengganti ip route diatas dengan command yang sama yaitu ip route 10.20.2.0 255.255.255.0 serial0 pada router pertama pada contoh diatas.

Kita sudah memberikan konfigurasi pada router Sydney dengan menambahkan static route, sayangnya hal ini juga belum menyelesaikan masalah. Konfigurasi static route pada router Sydney hanya membantu router tersebut agar bisa meneruskan paket pada subnet berikutnya, akan tetapi kedua router lainnya tidak mempunyai informasi routing untuk mengirim paket balik kepada router Sydney.

Misalkan saja, sebuah PC Jhonny tidak dapat melakukan ping ke PC Robert pada jaringan ini. Masalahnya adalah walaupun router Sydney mempunyai route ke subnet 10.20.2.0 dimana Robert berada, akan tetapi router Perth tidak mempunyai route kepada 10.20.1.0 dimana Jhonny berada. Permintaan ping berjalan dari PC Jhonny kepada Robert dengan baik, akan tetapi PC Robert tidak bisa merespon balik oleh router Perth kepada router Sydney ke Jhonny, sehingga dikatakan respon ping gagal.

Keuntungan static route:

  • Static route lebih aman disbanding dynamic route
  • Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing protocols dengan maksud melakukan configure router untuk tujuan membajak traffic.

Kerugian:

  • Administrasinya adalah cukup rumit disbanding dynamic routing khususnya jika terdiri dari banyak router yang perlu dikonfigure secara manual.
  • Rentan terhadap kesalahan saat entry data static route dengan cara manual.

Lihat juga beberapa artikel sebelumnya:

0 komentar

Mempercepat Koneksi Internet Dengan DNSSpeeder

Sebenarnya banyak cara yang dapat anda lakukan untuk mempercepat koneksi internet anda, baik menggunakan tools ataupun memaksimalkan settings default pada browser atau OS yang anda gunakan.


Untuk tips kali ini, saya akan memberikan sedikit tips bagaimana meningatkan kecepatan koneksi internet anda dengan DNSSpeeder.


DNSSpeeder adalah software gratis (Free Software) yang diposisikan menjadi DNS Proxy. Detail cara kerja dari DNSSpeeder adalah memposisiskan dirinya menjadi DNS Proxy yang selanjutnya membaca IP Address dari domain yang sedang anda buka lalu DNSSpeeder akan menyesuaikannya dengan yang ada dalam komputer anda. Jika DNSSpeeder tidak menemukan cache dalam komputer anda, maka IP Address dari domain tersebut akan dikirimkan ke beberapa server DNS yang ada, hasil cache tersebut akan dikirimkan kembali ke komputer anda sebagai client nya. Dengan cara kerja di atas, akan membuat proses membuka halaman website akan lebih cepat.


Jika anda hendak menambahkan DNS lain, anda dapat melakukannya dengan menekan tombol insert di bagian kiri atas DNSSpeeder. Contoh anda dapat menggunakan DNS dari OpenDNS yang memiliki IP Address 208.67.222.222 dan 208.67.220.220.



DNSSpeeder tidak memerlukan proses installasi, untuk meggunakannya anda cukup meng klik 2 kali file DNSSpeeder.exe yang ada pada file yang telah anda download. Agar setiap kali komputer anda dihidupkan DNSSpeeder bisa langsung berjalan, centang pilihan Start at login.


Download DNSSpeeder


Artikel Mempercepat Koneksi Internet Dengan DNSSpeeder ini pertama kali ditulis oleh Drajat A Ghozali di blog Majalah Komputer Online. Artikel ini bebas untuk didistribusikan ulang untuk kepentingan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah isi.
0 komentar

Membangun PC Router dengan Linux UBUNTU

Bagaimana cara membuat PC Router dengan Ubuntu ?, Berikut adalah step-by-step untuk membuat PC Router dengan mesin Ubuntu .

PC Router dengan Ubuntu

PC Router dengan Ubuntu

Dan disini saya asumsikan anda semua telah berhasil install Ubuntu di komputer yang akan dijadikan sebagai PC Router dan dalam pembuatan PC Router ini saya menggunakan Ubuntu 8.04 versi Server.

Persiapan untuk membangun PC Router dengan Ubuntu :

1. PC Pentium IV dengan RAM 512 Mbps dan 2 LAN Card, eth0 untuk koneksi ke ISP dan eth1 untuk koneksi ke LAN
2. 2 (dua) Kabel Straigth
3. IP Address, baik dari ISP (eth0) maupun untuk LAN (eth1), dalam kasus ini diambil contoh :

ISP (eth0) : 202.172.16.40/29 dengan DNS 1 : 202.172.1.1 dan DNS2 : 202.172.1.2
LAN (eth1) : 192.168.1.1/24

Seperti yang saya bilang diatas, bahwa disini saya asumsikan anda semua telah berhasil meninstall ubuntu 8.04 versi server di komputer, maka langkah pertama untuk install PC Router di ubuntu adalah update dan upgrade Ubuntu anda, hal ini agar semua paket yang dibutuhkan oleh ubuntu tersebut dapat diinstall saat update dan upgrade tersebut, namun sebelum update dan upgrade ubuntu kita harus setting ip address baik dari ISP maupun dan LAN, langkahnya sebagai berikut (login sebagai root) :

root@root:# vim /etc/network/interfaces

masukkan script berikut dengan menekan huruf i (insert) :

## Koneksi to ISP
auto eth0
iface eth0 inet static
address 202.172.16.41
netmask 255.255.255.248
network 202.172.16.39
broadcast 202.172.16.47
gateway 202.172.16.40

## Koneksi to LAN

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
##gateway 192.168.1.1

—- Berakhir disini —-

Simpan dengan menekan esc :wq dan Enter

Kemudian setup DNS nya :

root@root:# vim /etc/resolv.conf

masukkan scrip berikut dengan menekan huruf i :

nameserver 202.172.1.1
nameserver 202.172.1.2

—- Berakhir disini —-

Simpan dengan menekan esc :wq dan Enter

Kemudian Restart networking anda, yaitu dengan perintah berikut :

root@root:# /etc/init.d/networking restart

Jika semuanya sudah ok, langkah selanjutnya adalah kita pastikan kalau koneksi ke internet sudah ok, yaitu dengan langkah ping yahoo.com dan jika reply maka koneksi ke internet sudah ok dan lanjtkan dengan update dan upgrade ubuntu :

root@root:# apt-get update
root@root:# apt-get upgrade

Untuk langkah selanjutnya setelah update dan upgrade selesai adalah edit file pada sysctl.conf :

root@root:# vim /etc/sysctl.conf

dengan menekan huruf i cari tulisan #net.ipv4.conf.default.forwarding=1 dan hilangkan tanda pagarnya sehingga menjadi net.ipv4.conf.default.forwarding=1

Simpan dengan menekan esc :wq dan Enter

edit file ip_forward the valuabe 0 rubah menjadi 1 dengan langkah berikut :

root@root:~# echo “1″ > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

Selanjutnya kita harus membuat routing dari eth 1 (LAN) ke arah eth0 (ISP/WAN), hal ini bertujuan agar user LAN dapat berkomunikasi dengan dunia luar (Global Internet), yaitu dengan perintah :

root@root:~# /sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/255.255.255.0 -d 0/0 -j MASQUERADE
Jangan lupa simpan script perintah yang telah kita buat tadi di rc.local, hal ini bertujuan agar saat komputer server direstart maka secara otomatis perintah yang telah kita buat dapat dijalankan oleh komputer server :

root@root:~# Vim /etc/rc.local

Delete exit=0 dan masukkan script berikut :

echo “1″ > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/255.255.255.0 -d 0/0 -j MASQUERADE

Simpan dengan menekan esc :wq dan Enter

Restart Komputer server Ubuntu anda :

root@root:~# reboot

0 komentar

Protokol** Jaringan

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protocol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti:

* TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) merupakan standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

* UDP (User Datagram Protocol) adalah TCP yang connectionless. Hal ini berarti bahwa suatu paket yang dikirim melalui jaringan dan mencapai komputer lain tanpa membuat suatu koneksi. Sehingga dalam perjalanan ke tujuan paket dapat hilang karena tidak ada koneksi langsung antara kedua host, jadi UDP sifatnya tidak realibel, tetapi UDP adalah lebih cepat dari pada TCP karena tidak membutuhkan koneksi langsung.

* DNS (Domain Name System), bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

* PPP (Point to Point) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. PPP didefinisikan pada RFC 1661 dan RFC 1662.

* SLIP (Serial Line Internet Protokol) merupakan sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.

* ICMP (Internet Control Message Protocol) adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.

* POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol yang digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email. Protokol ini erat hubungannya dengan protokol SMTP dimana protokol SMTP berguna untuk mengirim surat elektronik dari komputer pengirim ke server. Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem surat elektronik yang mengharuskan adanya server surat elektronik yang menampung surat eletronik untuk sementara sampai surat elektronik tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran server surat elektronik ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima surat elektronik yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet. Protokol ini dispesifikasikan pada RFC 1939.

* IMAP (Internet Message Access Protocol) Protokol ini sama dengan protokol POP (sama-sama protokol untuk nge download email), kelebihan protokol ini dibandingkan dengan POP, IMAP memungkinkan email tetap berada di mail server. Identitas protokolnya port 143.

* SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) Protokol ini digunakan untuk pengiriman email dengan menggunakan aplikasi email client (outlook express, eudora, thunderbird), dengan identitas port 25.

* HTTP (Hypertext Transfer Protocol) suatu protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.

*HTTPS (HyperText Transport Protocol Secure) memiliki pengertian sama dengan HTTP tetapi dengan alasan keamanan (security), HTTPS memberi tambahan Secure Socket Layer (SSL). Umumnya website yang menggunakan HTTPS ini adalah website yang memiliki tingkat kerawanan tinggi yang berhubungan dengan masalah keuangan dan privacy dari pelanggannya seperti website perbankan dan investasi.
Teknologi HTTPS protocol mencegah kemungkinan "dicurinya" informasi penting (credit card adalah contoh yang paling serinf disebut-sebut) yang dikirimkan selama proses komunikasi berlangsung antara user dengan web server (atau sebaliknya). Secara teknis, website yang menggunakan HTTPS akan melakukan enkripsi terhadap informasi (data) menggunakan teknik enkripsi SSL. Dengan cara ini meskipun seseorang berhasil "mencuri" data tersebut selama dalam perjalanan user web server, orang tersebut tidak akan bisa membacanya karena sudah diubah oleh teknik enkripsi SSL.

* SSH (Secure Shell Hosting) adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Dikembangkan pertamakali oleh OpenBSD project dan kemudian versi rilis p (port) di-manage oleh team porting ke sistem operasi lainnya, termasuk sistem operasi Linux. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Bentuk akses remote yang bisa diperoleh adalah akses pada mode teks maupun mode grafis/X apabila konfigurasinya mengijinkan. scp yang merupakan anggota keluarga ssh adalah aplikasi pengganti rcp yang aman, keluarga lainnya adalah sftp yang dapat digunakan sebagai pengganti ftp.

* Telnet (TeleNetwork) adalah remote login yang dapat terjadi di internet karena ada service dari protocol TELNET. Dengan Telnet memungkinkan kita untuk mengakses komputer lain secara remote melalui internet.Dalam bahasa yang mudah kita dapat memberikan perintah kepada komputer lain baik membuat file,mengedit,menghapus dan menjalankan suatu perintah hanya melalui komputer di depan meja kita.Telnet banyak di pakai dalam mesin berbasis UNIX dan sangat jarang aplikasi telnet pada mesin berbasis Windows NT/2000.

* FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Pada umumnya browser-browser versi terbaru sudah mendukung FTP.

* LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah suatu bentuk protokol client-server yang digunakan untuk mengakses suatu directory service. Pada tahap
awalnya, LDAP digunakan sebagai suatu front-end bagi X.500, tetapi juga dapat digunakan bersama directory server yang stand-alone dan juga yang lainnya.

* SSL (Secure Socket Layer) adalah Protokol berlapis. Dalam tiap lapisannya, sebuah data terdiri dari panjang, deskripsi dan isi. SSL mengambil data untuk dikirimkan, dipecahkan kedalam blok-blok yang teratur, kemudian dikompres jika perlu, menerapkan MAC, dienkripsi, dan hasilnya dikirimkan. Di tempat tujuan, data didekripsi, verifikasi, dekompres, dan disusun kembali.

0 komentar
 
 

© Bluberry Template Copyright by Ringkai project work Spot

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks